Dibalik Sipembuat Tawa
Terkadang kita begitu senang mendengar candaan atau lawakan dari teman kita, sampai - sampai kita tidak tau mengapa mereka membuat hal seperti itu. Banyak dari mereka yang dibuat tertawa beranggapan bahwa "Dia" membuat lelucon atau tawa karena dia hobby, humoris, atau kesenangannya demikian. Namun banyak dari sipembuat tawa mempunyai alasan tertentu mengapa mereka sering membuat lelucon sampai bahkan bertingkah konyol didepan teman - temannya.
Ini adalah sebagian kecil dari kisah hidupku,
Nama aku Adelbert, itulah nama yang diberikan ibuku kepadaku, aku anak ke dua dari tiga bersaudara, dan sekarang kami sudah menjadi enam bersaudara dan jika digabungkan aku bingung menjadi anak yang keberapa!!. Banyak yang bertanya mengapa tiba-tiba menjadi enam? jika aku ingat sewaktu aku masih menginjak bangku SD dari kelas 1 - 3 hidupku begitu bahagia. Aku bisa bermain dengan sepuasnya, sampai - sampai aku lupa sudah melewati batas jam bermain. Aku adalah tergolong orang yang rajin mengerjakan tugas dikelas, karna aku sering meminta diajari oleh ayah, ibu, dan nenekku. Aku begitu menyayangi ayahku, aku sering bermain dengannya, bercanda dengannya, kemana dia pergi aku selalu ingin ikut. sampai tiba dia pergi kerja ke Medan dalam jangga waktu yang lama. Dari situlah aku mulai menanti - nanti yang namanya Libur sekalah. Setiap kali libur sekolah aku sering diajak oleh ibu ke rumah ayah di Medan, begitulah kebiasaan dari aktivitas liburan kami. sampai pada akhirnya aku merasakan liburan terakhir ke rumah ayah, ntah apa yang terjadi semua terjadi begitu saja, aku melihat ayahku begitu ia melihat kami pulang kekampung,
liburan selanjutnya aku selalu bertanya - tanya, mengapa kami tidak pergi kerumah ayah? apa yang terjadi kepada ibu dan ayahku? apakah ibu tidak merindukan ayah ?, aku sangat rindu melihat kami makan bareng, aku dipanggil karena lama pulang dari bermain, aku dimarahi. Aku mulai iri melihat teman-temanku bermain bersama ayahnya, disetiap doa tidurku aku selalu mendoakan " Ya Tuhan aku pengen ayah datang, aku rindu Tuhan melihat ibu dan ayahku saling bercandaan" aku selalu mendoakan mereka.
- Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar