KETEGARAN BOKE
Dia
adalah seorang pemuda yang cukup tinggi, dia dikenal ramah oleh lingkungan
sekitarnya, namanya adalah Boke, Boke masih duduk dikelas 3 SMA. Dia sangat
suka membuat cerita lucu kepada teman – temannya, sampai - sampai orang yang disekitarnya
tidak tahu bahwa boke mempunyai suatu masalah ekonomi dikeluarganya. Ayah dan
ibu Boke sudah bercerai semenjak dua tahun yang lampau, lalu ibu Boke dipecat
dari pekerjaannya, tetapi Boke sudah tegar menghadapinya karena ia percaya
bahwa akan ada saatnya semua kesedihan yang dialaminya akan berakhir.
Setiap pagi sebelum pergi ke sekolah
ia selalu menyempatkan diri pergi ke pasar untuk bekerja, seperti mengangkat
barang – barang para pedagang, membersihkan toko dan lainnya. Dari situ Boke
mempunyai hubungan yang baik kepada para pedagang yang ada dipasar, disamping
Boke mempunyai sifat yang baik dan ramah.
Disekolah mempunyai teman sejak dari
kecil yaitu Rika, Rika adalah seorang anak dari pengusaha yang cukup sukses.
Setiap istirahat sekolah Rika selalu mengajak Boke pergi ke kantin, walaupun
terkadang Boke meresa tidak enak karena Rika selalu membayarinya. Di kantin
Boke dan Rika selalu bercerita- cerita
“
Boke.. lulus SMA ini aku pengen deh melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri”
ujar Rika
“
yah.. jangan cuman niat aja yang tinggi Rika, usaha kita pun harus seimbang”
jawab Boke sambil tersenyum
“
iyah boke.. kalau itu kan aku tahu, kan sudah kamu lihat sendiri akukan sudah
rajin belajar, nilai – nilai ujianku pun sudah hampir melewati nilai kamu
Boke.” Jawab Rika
Setelah mereka selesai bercerita
dikantin Boke kembali ke kelasnya, lalu ia teringat dengan percakapannya dengan
Rika. Boke sudah mulai bingung apakah ia akan melanjutkan kuliahnya atau tidak,
melihat kondisi perekonomian dikeluarganya yang sedang memburuk. Tetapi Boke
tidak ingin merepotkan ibunya untuk mencari uang agar dia bisa melanjutkan ke
Perguruan Tinggi Negeri. Setelah pulang sekolah Boke kembali ke rumah,
sesampainya dirumah Boke ingin mengatakan sesuatu kepada ibunya, agar dia
bekerja dahulu setelah tamat SMA baru dia melanjut kuliah.
“
mama.. Boke pulang..”
“mama..
mama lagi dimana?”
Sontak Boke heran mengapa ibunya
tidak menjawab sahutan darinya, dia memeriksa seluruh bagian dari rumah tapi
Boke tidak menjumpai ibunya, lalu Boke mulai khawatir..
“
Aduh.. kemana mama yah, tumben tidak ada dirumah” sambil Boke lalulalang
didalam rumah dengan khawatir.
Mataharipun mulai tenggelam, dan
gelap mulai perlahan-lahan datang, namun ibu Boke belum saja pulang kerumah,
Boke sudah sangat khawatir, lalu dia mencari ibunya keluar rumah. Boke pergi ke
pasar tapi tidak menemukan ibunya, lalu Boke pergi ke kota dan setiap orang
yang dijumpainya Boke menanyakan sambil menunjukkan foto ibunya dan berharap
mereka melihat ibunya. Namun semua jawaban orang – orang sama yaitu tidak
melihat, lalu Boke kembali kerumah dan berharap ibunya sudah pulang kerumah. Tak
sengaja diperjalanan pulang Boke bertemu dengan Rika dan ayah, ibunya,
“
eh Boke, ngapain jam segini keluar sendirian?” tanya Rika
“
iyah rik.. ada yang perlu tadi, kamu ngapain Rika?” kata Boke kepada Rika
“oh..
ini Bok, aku dan ayah, ibuku baru pulang dari rumah nenek” jawab Rika
Sambil
tersenyum dan menganggukkan kepala, lalu boke menjawab “ kalau begitu, aku
pulang dulu yah Rika,, permisi om, permisi tante”
Setelah
Boke permisi, Boke secara terburu-buru kembali kerumah.
“
itu teman kamu kenapa rik?” tanya ibu dan ayah Rika kepada Rika
“Rika
pun tidak tau ma,pa.., nanti kita sempatkan saja mampir ke rumah Boke yah ma,
pa.!!”
Jawab
Rika kepada ayah dan ibunya.
“iyah
nak” jawab ayah dan ibunya
Setelah Boke sampai dirumahnya, ia
mendapatkan sebuah surat tergeletak didepan pintu rumah, tidak tahu dari mana
asal surat ini, lalu Boke membaca dan ternyata surat ini dari ibunya.
“Boke
anakku, ibu tahu kamu belum bisa menerima semua yang pernah terjadi selama ini,
ibu sangat putus asa Boke semenjak ayahmu meninggalkan ibu dan sementara ibu
tidak punya pekerjaan lagi. Ibu tahu sebentar lagi kamu akan lulus SMA, ibu
yakin kamu akan menjadi seorang yang sukses kelak. Kamu boleh kecewa kepada ibu
karena ibupun kecewa kepada diri ibu sendiri. Ibu pergi keluar negeri untuk
bekerja disana, nanti ibu akan kirim uang untuk biaya kebutuhanmu, maafkan ibu
tidak permisi kepadamu anakku, karena ibu yakin kamu tidak akan memberikan izin
kepada ibu.”
Setelah membaca surat dari ibunya,
Boke sangat sedih, didalam hatinya ia sangat kecewa terhadap apa yang terjadi
padanya. Boke berjanji kepada dirinya bahwa suatu saat nanti ia akan menjadi
seorang yang sukses. Tiba – tiba boke mendengar ada suara ketukan dari pintu
rumahnya, Boke membuka dan ternyata itu adalah Rika dan keluarganya, Rika heran
kepada Boke.
“
Boke kenapa mata kamu merah? Kamu baru menangis yah?” tanya Rika kepada Boke.
“
gapapa rika, tadi ada masuk serangga kemataku!” jawab Boke
“
dimana ibumu Boke? Itu apa yang kamu pegang?”
Sambil
Rika mengambil kertas yang ada ditangan Boke, setelah membaca surat itu Rika
tiba-riba menangis.
“kenapa
kamu tidak pernah cerita kepadaku Boke? Apa gunanya aku sebagai temanmu?”
sambil rika menangis dan memeluk boke.
“
tidak apa-apa Rika.. aku bisa kok melewati semua ini.” Jawab Boke
Setelah itu merekapun mengobrol
diruang tamu, sontak ayah Rika mengatakan sesuatu kepada Boke.
“nak
Boke, setelah lulus SMA ini nanti mau melanjut kemana?”
“Boke
sih om pengen kerja dulu cari dana untuk kuliah ditahun depan om” jawab boke
sambil membungkukkan kepala.
Mendengar jawaban itu Rika
membisikkan sesuatu kepada ayahnya, lalu ayah Rika berkata kepada Boke.
“
nak Boke, bagaimana jika nanti nak Boke ikut mencoba ke Perguruan Tinggi Negeri
bareng sama Rika, Soal biaya nanti semua om tanggung”
“
Serius om?, makasih banyak yah om” menangis sambil memeluk ayah Rika.
Beberapa bulan kemudian....
Kelulusan SMA pun sudah selesai,
Boke dan Rika mencoba test disatu Perguruan Tinggi Negeri yang sama dan mereka
berdua lolos. Boke sangat senang karena dia mempunyai teman yang sangat baik
kepadanya.