Kamis, 01 Juni 2017

Cerita Pendek

cerita pendek terbaru

KETEGARAN BOKE
Dia adalah seorang pemuda yang cukup tinggi, dia dikenal ramah oleh lingkungan sekitarnya, namanya adalah Boke, Boke masih duduk dikelas 3 SMA. Dia sangat suka membuat cerita lucu kepada teman – temannya, sampai - sampai orang yang disekitarnya tidak tahu bahwa boke mempunyai suatu masalah ekonomi dikeluarganya. Ayah dan ibu Boke sudah bercerai semenjak dua tahun yang lampau, lalu ibu Boke dipecat dari pekerjaannya, tetapi Boke sudah tegar menghadapinya karena ia percaya bahwa akan ada saatnya semua kesedihan yang dialaminya akan berakhir.
            Setiap pagi sebelum pergi ke sekolah ia selalu menyempatkan diri pergi ke pasar untuk bekerja, seperti mengangkat barang – barang para pedagang, membersihkan toko dan lainnya. Dari situ Boke mempunyai hubungan yang baik kepada para pedagang yang ada dipasar, disamping Boke mempunyai sifat yang baik dan ramah.
            Disekolah mempunyai teman sejak dari kecil yaitu Rika, Rika adalah seorang anak dari pengusaha yang cukup sukses. Setiap istirahat sekolah Rika selalu mengajak Boke pergi ke kantin, walaupun terkadang Boke meresa tidak enak karena Rika selalu membayarinya. Di kantin Boke dan Rika selalu bercerita- cerita
“ Boke.. lulus SMA ini aku pengen deh melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri” ujar Rika
“ yah.. jangan cuman niat aja yang tinggi Rika, usaha kita pun harus seimbang” jawab Boke sambil tersenyum
“ iyah boke.. kalau itu kan aku tahu, kan sudah kamu lihat sendiri akukan sudah rajin belajar, nilai – nilai ujianku pun sudah hampir melewati nilai kamu Boke.” Jawab Rika
            Setelah mereka selesai bercerita dikantin Boke kembali ke kelasnya, lalu ia teringat dengan percakapannya dengan Rika. Boke sudah mulai bingung apakah ia akan melanjutkan kuliahnya atau tidak, melihat kondisi perekonomian dikeluarganya yang sedang memburuk. Tetapi Boke tidak ingin merepotkan ibunya untuk mencari uang agar dia bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri. Setelah pulang sekolah Boke kembali ke rumah, sesampainya dirumah Boke ingin mengatakan sesuatu kepada ibunya, agar dia bekerja dahulu setelah tamat SMA baru dia melanjut kuliah.
“ mama.. Boke pulang..”
“mama.. mama lagi dimana?”
            Sontak Boke heran mengapa ibunya tidak menjawab sahutan darinya, dia memeriksa seluruh bagian dari rumah tapi Boke tidak menjumpai ibunya, lalu Boke mulai khawatir..
“ Aduh.. kemana mama yah, tumben tidak ada dirumah” sambil Boke lalulalang didalam rumah dengan khawatir.
            Mataharipun mulai tenggelam, dan gelap mulai perlahan-lahan datang, namun ibu Boke belum saja pulang kerumah, Boke sudah sangat khawatir, lalu dia mencari ibunya keluar rumah. Boke pergi ke pasar tapi tidak menemukan ibunya, lalu Boke pergi ke kota dan setiap orang yang dijumpainya Boke menanyakan sambil menunjukkan foto ibunya dan berharap mereka melihat ibunya. Namun semua jawaban orang – orang sama yaitu tidak melihat, lalu Boke kembali kerumah dan berharap ibunya sudah pulang kerumah. Tak sengaja diperjalanan pulang Boke bertemu dengan Rika dan ayah, ibunya,
“ eh Boke, ngapain jam segini keluar sendirian?” tanya Rika
“ iyah rik.. ada yang perlu tadi, kamu ngapain Rika?” kata Boke kepada Rika
“oh.. ini Bok, aku dan ayah, ibuku baru pulang dari rumah nenek” jawab Rika
Sambil tersenyum dan menganggukkan kepala, lalu boke menjawab “ kalau begitu, aku pulang dulu yah Rika,, permisi om, permisi tante”
Setelah Boke permisi, Boke secara terburu-buru kembali kerumah.
“ itu teman kamu kenapa rik?” tanya ibu dan ayah Rika kepada Rika
“Rika pun tidak tau ma,pa.., nanti kita sempatkan saja mampir ke rumah Boke yah ma, pa.!!”
Jawab Rika kepada ayah dan ibunya.
“iyah nak” jawab ayah dan ibunya
            Setelah Boke sampai dirumahnya, ia mendapatkan sebuah surat tergeletak didepan pintu rumah, tidak tahu dari mana asal surat ini, lalu Boke membaca dan ternyata surat ini dari ibunya.
“Boke anakku, ibu tahu kamu belum bisa menerima semua yang pernah terjadi selama ini, ibu sangat putus asa Boke semenjak ayahmu meninggalkan ibu dan sementara ibu tidak punya pekerjaan lagi. Ibu tahu sebentar lagi kamu akan lulus SMA, ibu yakin kamu akan menjadi seorang yang sukses kelak. Kamu boleh kecewa kepada ibu karena ibupun kecewa kepada diri ibu sendiri. Ibu pergi keluar negeri untuk bekerja disana, nanti ibu akan kirim uang untuk biaya kebutuhanmu, maafkan ibu tidak permisi kepadamu anakku, karena ibu yakin kamu tidak akan memberikan izin kepada ibu.”
            Setelah membaca surat dari ibunya, Boke sangat sedih, didalam hatinya ia sangat kecewa terhadap apa yang terjadi padanya. Boke berjanji kepada dirinya bahwa suatu saat nanti ia akan menjadi seorang yang sukses. Tiba – tiba boke mendengar ada suara ketukan dari pintu rumahnya, Boke membuka dan ternyata itu adalah Rika dan keluarganya, Rika heran kepada Boke.
“ Boke kenapa mata kamu merah? Kamu baru menangis yah?” tanya Rika kepada Boke.
“ gapapa rika, tadi ada masuk serangga kemataku!” jawab Boke
“ dimana ibumu Boke? Itu apa yang kamu pegang?”
Sambil Rika mengambil kertas yang ada ditangan Boke, setelah membaca surat itu Rika tiba-riba menangis.
“kenapa kamu tidak pernah cerita kepadaku Boke? Apa gunanya aku sebagai temanmu?” sambil rika menangis dan memeluk boke.
“ tidak apa-apa Rika.. aku bisa kok melewati semua ini.” Jawab Boke
            Setelah itu merekapun mengobrol diruang tamu, sontak ayah Rika mengatakan sesuatu kepada Boke.
“nak Boke, setelah lulus SMA ini nanti mau melanjut kemana?”
“Boke sih om pengen kerja dulu cari dana untuk kuliah ditahun depan om” jawab boke sambil membungkukkan kepala.
            Mendengar jawaban itu Rika membisikkan sesuatu kepada ayahnya, lalu ayah Rika berkata kepada Boke.
“ nak Boke, bagaimana jika nanti nak Boke ikut mencoba ke Perguruan Tinggi Negeri bareng sama Rika, Soal biaya nanti semua om tanggung”
“ Serius om?, makasih banyak yah om” menangis sambil memeluk ayah Rika.
            Beberapa bulan kemudian....
            Kelulusan SMA pun sudah selesai, Boke dan Rika mencoba test disatu Perguruan Tinggi Negeri yang sama dan mereka berdua lolos. Boke sangat senang karena dia mempunyai teman yang sangat baik kepadanya.

Sabtu, 20 Mei 2017

Dibalik Sipembuat Tawa

Terkadang kita begitu senang mendengar candaan atau lawakan dari teman kita, sampai - sampai kita tidak tau mengapa mereka membuat hal seperti itu. Banyak dari mereka yang dibuat tertawa beranggapan bahwa "Dia" membuat lelucon atau tawa karena dia hobby, humoris, atau kesenangannya demikian. Namun banyak dari sipembuat tawa mempunyai alasan tertentu mengapa mereka sering membuat lelucon sampai bahkan bertingkah konyol didepan teman - temannya.

Ini adalah sebagian kecil dari kisah hidupku,

Nama aku Adelbert, itulah nama yang diberikan ibuku kepadaku, aku anak ke dua dari tiga bersaudara, dan sekarang kami sudah menjadi enam bersaudara dan jika digabungkan aku bingung menjadi anak yang keberapa!!. Banyak yang bertanya mengapa tiba-tiba menjadi enam? jika aku ingat sewaktu aku masih menginjak bangku SD dari kelas 1 - 3 hidupku begitu bahagia. Aku bisa bermain dengan sepuasnya, sampai - sampai aku lupa sudah melewati batas jam bermain. Aku adalah tergolong orang yang rajin mengerjakan tugas dikelas, karna aku sering meminta diajari oleh ayah, ibu, dan nenekku. Aku begitu menyayangi ayahku, aku sering bermain dengannya, bercanda dengannya, kemana dia pergi aku selalu ingin ikut. sampai tiba dia pergi kerja ke Medan dalam jangga waktu yang lama. Dari situlah aku mulai menanti - nanti yang namanya Libur sekalah. Setiap kali libur sekolah aku sering diajak oleh ibu ke rumah ayah di Medan, begitulah kebiasaan dari aktivitas liburan kami. sampai pada akhirnya aku merasakan liburan terakhir ke rumah ayah, ntah apa yang terjadi semua terjadi begitu saja, aku melihat ayahku begitu ia melihat kami pulang kekampung, 

liburan selanjutnya aku selalu bertanya - tanya, mengapa kami tidak pergi kerumah ayah? apa yang terjadi kepada ibu dan ayahku? apakah ibu tidak  merindukan ayah ?, aku sangat rindu melihat kami makan bareng, aku dipanggil karena lama pulang dari bermain, aku dimarahi. Aku mulai iri melihat teman-temanku bermain bersama ayahnya, disetiap doa tidurku aku selalu mendoakan " Ya Tuhan aku pengen ayah datang, aku rindu Tuhan melihat ibu dan ayahku saling bercandaan" aku selalu mendoakan mereka. 

                                                                                                                            - Bersambung